Banyak yang tidak tahu akan hakikat taubat, syarat, dan adab-adabnya. Oleh karena itu banyak yang bertaubat hanya dengan lisan saja, sedangkan hati mereka kosong. Para ulama mengatakan: Taubatnya para pembohong adalah taubat dengan ujung lidah mereka, mereka mengatakan: “Saya mohon ampun dan bertaubat pada Alloh”. Tapi mereka tidak berhenti melakukan maksiat.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Lanjut Baca »
Dan telah kami turunkan al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk, rahmat, serta kabar gembira bagi orang-orang Islam. (TQS. an-Nahl : 89)
Imam Ibnu Katsir mengutip pernyataan Ibnu Mas’ud berkenaan dengan ayat tersebut, bahwasanya Ibnu Mas’ud menyatakan makna ayat di atas “
Allah telah menjelaskan semua ilmu dan segala sesuatu bagi kita dalam al-Qur’an“. Lanjut Baca »